Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Ekonom Senior Rizal Ramli menilai cara perhitungan pertumbuhan ekonomi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati itu tidak biasa.

Dia mengatakan menteri keuangan SMI menggunakan perhitungan tahunan. Ketahui tahun atau tahun dari indikator resesi ekonomi.

“Kondisi penentuan kondisi resesi tidak berdasarkan pola tahunan. Yang paling umum adalah perbandingan antar triwulan,” kata Rizal Ramli dalam diskusi online, Jumat (21/8/2020). -Rizal Ramli (Rizal Ramli) menjelaskan bahwa standar internasional tidak menghitung pola resesi tahunan yang ditemukan.

“Misal dibanding triwulan IV-2019, triwulan I negatif. Kuartal I juga negatif. Berturut-turut negatif. Katanya.

Baca: Rizal Ramley (Rizal Ramli: Buzzer departemen menjadi ancaman non militer bagi keutuhan Indonesia. Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia belum mengalaminya. Resesi yang baru saja dialami melihat pertumbuhan ekonomi negatif pada kuartal kedua tahun 2020, yang pertama kali sejak 1999.

Baca: Daya beli menurun, tingkat inflasi Indonesia terendah sejak tahun 2000

“Sebenarnya Di atas, jika dilihat dari tahun ke tahun, ini bukanlah resesi, karena ini baru pertama kali berkontraksi. Menkeu mengatakan pada jumpa pers KSSK yang diadakan di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Mulyani menjelaskan kondisi suatu negara yang mengalami resesi ekonomi adalah menghadapi pertumbuhan ekonomi negatif selama dua triwulan berturut-turut setiap tahunnya.

” Biasanya resesi berlangsung selama dua kuartal, dalam hal ini kontraksi pertama di paruh semester kedua. Ini pemicunya, agar kuartal ketiga dan keempat tidak negatif dan hindari area negatif, ”ujarnya.