Wartawan Tribunnews.com melaporkan di TRIBUNNEWS.COM di Jakarta, Yanuar Riezqi Yovanda-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan sektor UMKM sudah terkena dampak corona atau pandemi Covid-19. Perhatian utama pemerintah. Melalui rencana restrukturisasi kredit. -Masyita Crystallin, Staf Khusus Menteri Keuangan yang bertanggung jawab dalam merumuskan kebijakan fiskal dan makroekonomi, mengatakan bahwa pemerintah memberikan insentif terlebih dahulu kepada sektor UMKM karena secara nominal relatif rendah, namun dampaknya dalam hal jumlah tenaga kerja. .

Baca: Menteri Teten mengakui banyak usaha kecil menengah (UMKM) yang khawatir kehilangan daya saing pengusaha besar- “Ini berdampak besar pada jumlah tenaga kerja di industri. Misalnya di KUR saja ada 1,35 juta mitra Artinya, untuk setiap perusahaan, tenaga kerja efektif dengan 4 karyawan berarti sudah tertolong 6 juta orang, “ujarnya dalam conference call, Kamis (2/7/2020). — Menurut praktik yang biasa, Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) memiliki sekitar 1,64 juta mitra, serta koperasi mikro, kecil, dan menengah, lembaga pengelola dana bergulir (LPDB KUMKM), dengan hampir 5 juta mitra.

Baca: Kerja Sama Dengan Google Cloud, BRI Menjadi Lebih Matang dan Dapat Memberikan Dukungan untuk UMKM

“Oleh karena itu, kita mulai dengan industri yang paling terdampak PSBB.” Jika kita ambil saat krisis atau pandemi Situasinya dibandingkan dengan krisis sebelumnya. Padahal, sektor UMKM biasanya menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi Indonesia, ”kata Masyita. Karena UMKM terkena dampaknya, situasi pandemi Covid-19 sangat berbeda, sangat berbeda karena adanya pembatasan sosial. Penting.

“Departemen ini yang paling terpengaruh. Apalagi, jika bank melakukan reorganisasi, likuiditas pasti akan berkurang. Oleh karena itu, bantuan lebih lanjut akan diberikan dalam bentuk investasi dana masyarakat »pungkasnya.